I N V I T A 2 0 1 9

INVITA adalah Industri Visit dan Tafakur Alam dan kegiatannya benar-benar menyenangkan! Memang sudah tradisi, kelas 8 akan mengikuti INVITA

Pertama-tama, kita naik kereta di Stasiun Gambir, ini kita berangkat sendiri-sendiri ke Stasiun Gambir. Saya pun diantar keluarga saya karena kita berpisah sekitaran 5 hari. Saya diantar oleh supir saya. Langsung saja, saya pun mencari wali kelas saya dan meminta tanda pengenal serta tiket nya. Setelah itu, saya berkumpul dengan teman-teman lintas kelas saya dan membeli sedikit cemilan di minimarket. 

Lalu, kita semua dipanggil dan disuruh berkumpul di satu tempat tapi masih bebas dan disarankan untuk shalat Maghrib dan Isya. Akhirnya, saya dan teman-teman saya pun ke mushola dan shalat. Setelah itu, kami benar-benar dipanggil dan di briefing sebentar. Setelah di briefing, kami pun naik 

kereta dengan tujuan Stasiun Balapan Solo. 

Kereta kami tidak eksekutif, tapi nyaman. Saya duduk sendiri dan saya pun lebih merasa santai. Perjalanannya dari jam 8 malam hingga jam 5 pagi. 

Singkat cerita, kita sudah sampai di Stasiun Balapan. Setelah itu, kami mengambil barang-barang kami dan diarahkan untuk ke bis.Bisnya sangat nyaman dan disana ada tour guide yang akan memandu kami dan tour guide nya juga sangat baik. 

Saya juga memilih untuk duduk sendiri di bis karena biar tidurnya enak hehehe. Lalu, kita pun ke sebuah restoran. Disana, kami disuruh berganti baju dengan baju Batik Labschool. Tapi, ada beberapa yang mandi dan saya pun juga mandi. Singkat cerita, kami pun makan. Saya makan bersama teman-teman saya yang lintas kelas. Setelah makan, kami berfoto-foto dan segera ke bis.

Tujuan pertama kami adalah Museum Sangiran. Museum Sangiran adalah museum yang menyimpan benda-benda purba. Museum Sangiran ini berada di Sragen. Disana banyak patung-patung manusia purba dan kami satu angkatan berfoto di depannya

Setelah kami tur Museum Sangiran, kita pun ke bis. Lalu kita makan nasi box di bis. Setelah itu, kita pergi ke SRITEX. SRITEX adalah pabrik tekstil yang maju. SRITEX adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk. Disana, kami duduk dan mendengarkan presentasi dari Hubungan Masyarakat SRITEX yang bernama Rena. 

Kak Rena menjelaskan tentang siapa pendiri SRITEX, CEO SRITEX sekarang, proses di SRITEX dan juga sampai teknologi yang dimiliki SRITEX. SRITEX selain memproduksi seragam dan tas tentara, mereka juga memproduksi seragam sekolah hingga fashion yang kekinian. 

Nah, itu tadi gedun pertama. Ternyata ada gedung kedua loh! Ini dimana kita lihat langsung pabriknya, bagaimana orang-orang itu bekerja. Setelah tu, kita ke gedung yang terakhir, disana kita bisa membeli baju-baju milik SRITEX. Disana bahkan ada tas dan topi juga. 

Saya membeli tas, topi dan baju tentara. Dan tidak begitu mahal dan sangat bagus bahannya. Tasnya untuk nenek saya dan topi dan baju untuk adik saya sebagai buah tangan

Setelah perjalanan itu, kami kembali ke hotel. Hotelnya bernama Cavinton . Saya sekamar bersama Derryl dan Hanif dan Excel. Kita pun bergiliran mandi dan rebahan sebentar. Lalu kita memakan sedikit cemilan lalu tidur. 

Esoknya, kami pun langsung mandi dan memakai baju kelas. Kita pun siap-siap untuk hari ini lalu turun ke bawah untuk makan pagi. Setelah itu, kami pergi ke Merapi Lava Tour. Kami ke Sisa Hartaku dahulu. Itu adalah tempat yang terkena erupsi dari Gunung Merapi. 

Ada satu tempat yang membuatku penasaran dimana ruangan itu tidak boleh dimasuki oleh wanita yang sedang haid dan ternyata itu berisi benda-benda pusaka. Kita semua tidak boleh masuk tapi yasudah kita lanjut ke tempat selanjutnya. Oh ya, kita naik jeep loh! Seru banget naik jeep apalagi sampai berdiri. Supir nya juga seru seperti ngebut pelan ngebut pelan dan itu sangat menyenangkan!. 

Oke, lanjut saja kita pun ke Batu Alien. Lalu setelah itu ke Bunker. Tempat persembunyian. Kita memperbanyak foto juga loh! Di dalam bunker, ada dua tengkorak yang masih utuh.

Setelah itu, kita mau ke bis dan ternyata ada orang yang menjual foto-foto kita dan dapat membelinya loh! Seharga 15.000 rupiah. Aku membeli ftoto yang saat di jeep. Oke, lanjut saja, kita pun makan di 

Rajinem. Selesai kita makan, kita pergi ke Desa untuk membatik. Kita pun membatik. Setelah membatik, kita pun ke Tebing Breksi. Kita berfoto-foto  disana dan pergi ke Malioboro. 

Tempat favoritku! Disana aku belanja banyak baju dan tas untuk buah tangan. Aku juga ke minimarket sebentar dan disana ada minuman enak banget ga kalah sama toko kopi lainnya. Beneran, enak banget. Setelah itu, kami pulan jam 10 lalu bersih- bersih dan beristirahat

Hari terakhir, kita ke Candi Borobudur dan mendengarkan penjelasan dari Tour Guide. Ada juga aturan tidak boleh memegang stupa nya. Lanjuut saja, kita semua berfoto-foto. Kita pun pergi untuk makan dan beli oleh-oleh makanan! Pertama nya kita ke tempat Djava. 

Aku membeli makanan kesukaan ibuku dan ayahku yaitu Brem dan Bakpia Basah. Lengkap deh oleh-olehnya! Semuanya dapat! Setelah itu, kami pergi Dagadu, tempat oleh-oleh tapi yang bukan makanan. DIbawah Dagadu, ada kafe bernama Kolega. 

Karena aku merasa oleh-olehku sudah cukup banyak, aku ke Kolege bersama teman-temanku. Dan, aku bertemu ibuku dan kita pun melepas rindu disana. Oke, pertemuan itu hanya sebentar lalu aku dan teman-temanku mengobrol. Lalu kita pun ke bis dan persiapan ke Stasiun Tugu. 

Singkat cerita, kita naik kereta eksekutif dan enaknya, bareng temen lintas kelas. Aku bareng temen aku disana. Setelah perjalanan yang panjang, kita sampai di Stasiun Gambir dan aku dan ibuku pulang.

SAKSI 2019


Jadi pada artikel hari ini aku mu ceritain kegiatan dan pengalaman aku selama SAKSI 2019 di SMP LABSCHOOL JAKARTA. Kegiatan in diikuti oleh anak kelas 7 SMP dan dilaksanakan pada tanggal 1 -3 Februari 2019. Aku bersama temanku melaksankaan  SAKSI pada hari jumat sampai hari minggu.Aku dan teman temanku melaksanakan SAKSI di karawang dan bertepatan di Sangga Buana, Kostrad TNI AD. Pada kegiatan SAKSI ini kami dilatih oleh para TNI AD.

Pada hari keberangkatan yaitu hari jumat, aku dan teman temanku berangkat manaiki bus, perjalanan dari sekolah ke Karawang ditempuh selama 3 jam. Pada saat sampai di Sangga Buana aku dan teman temanku melakasanakan apel kedatangan. Setelah apel, aku dan teman temanku menuju ke tempat diamana kami melaksankan kegiatan SAKSI. Untuk sampai di tempat kegiatan SAKSI  berlangsung, aku dan teman temanku harus melewati tannga yang sangat banyak jumlahnya.

Dan ketika aku dan teman temanku sampai di tempat kegiatan SAKSI, kami langsung disuruh untuk menaruh tas dan melepas sepatu untuk mendengarkan materi tentang kepemimpinan bersama Kostrad di tenta kami. Setelah mendengarkan materi kami melaksanakan sholat Zhuhur dan Jumatan bagi yang cowok. Setelah melaksanakan sholat zhuhur dan jumatan kami melaksanakan makan siang.

Pada saat makan situasi awal masih tenang tetapi pada saat pertengahan makan ada ledakan dari hutan dekat kami melaksanakan SAKSI dan pada saat itu kami langsung mendengar pluit dari kostrad, dan kami langsung tiarap selama pluit masih dibunyikan, lalu setelah pluit selesai kami kebali duduk dan makan seperti biasa.

 Setelah makan kami mendengarkan materi dari SIOP, mereka menyampaikan materi tentang ular. Mereka menjelaskan tentang rangka rangka ularka ular,j enis jenis ular berbisa dan tidak berbisa, jenis gigi ular, dan menjelaskan tentang cara menyelamatkan orang yang tergigit oleh ular. Pada saat menerangkan cara menyelamatkan orang jika tergigit oleh ular, Tim SIOP menunjuk salah satu guru kami yang bersedia untuk digigit ular dan disitulah mereka menjelaskan cara menyelamatkan orang yang tergigit ular. Dan guru yang ditunjuk unutk bersedia digigit ular dan guru IPA kami yaitu Pak Agung Hartono.

Setelah mendengarkan materi dari Tim SIOP, kami melaksanakan penyuluhan tentang narkoba. Penyuluhan ini diberi oleh Pak Victor. Pak Victor ini termasuk dokter termuda di Indonesia, Karena  pada saat di bawah umur 10 tahun Pak Victor sudah SMP, umur 12 tahunan Pak victor sudah SMA. dan di umur 15 tahunan Pak Victor sudah kuliah, pada umur 21an Pak Victor sudah lulus kuliah dan sudah menjadi dokter.

Pada saat penyuluhan Pak Victor membawa temannya yang menyamar menjadi Michael Jackson Indonesia. Pada saat penyuluhan, Pak Victor sering memberikan pertanyaan dan bagi siapa yang benar menjawabnya akan diberi uang dari Pak Vicotor. Pak Victor juga membawa penyanyi cilik yang bernama Karin. Kami melaksanakan penyuluhan sampai sore.

Setelah melaksanakan penyuluhan kami disuruh untuk mengganti baju kami. Setelah itu kami melaksanakan sholat Maghrib dan Isha. Lalu, kami melaksanakan makan malam dan dilanjutkan bermain games yang bertemakan 10 Labschool Character. Games in dipandu oleh pak Wahyudi dan Kak Ragil dari osis Adriyata. Setelah bermain games kami istirahat malam.

Pagi-pagi kami bangun untuk melaksanakan sholat tahajud dan sholat Subuh. Setelah itu kami melaksanakan makan pagi lalu kami disuruh unutk memakai baju loreng karena pada hari itu kami akan melaksanakan Outbond. Lalu setelah kami makan pagi kami melaksankan senam yang dipimpin oleh osis Adriyata dan bapak TNI AD. Setelah kami senam, kami dibagi menjadi beberapa kelompok unutk menyebar ke tempat Outbond. Kami melaksanakan Outbond kurang lebih sampai siang. Lalu setelah kami outbond kami pergi ke sungai yang berada di dekat sawah. Lalu sorenya kami melaksankan parade busana dan malamnya kami melaksanakan pentas seni. Lalu kami istirahat.

Paginya kami melaksanakan sholat tahajud dan sholat Subuh, Lalu kami siap siap untuk pulang dan setelah itu kami melaksankan makan pagi. Dan setelah itu kami melaksankan apel pagi dan kami pulang ke sekolah.

Kebersihan Kelasku

Hai !!!!. Hari ini aku mau cerita tentang kebersihan kelasku. Tingkat kebersihan di kelasku menurutku itu yaaa….. kadang bersih kadang kotor juga (tapi gak kotor — kotor juga). Tapi khusus minggu ini kelasku sedang dilanda kapanasan yang haqiqi. Dikarenakan AC kelasku yang sedang rusak.

Rusaknya itu kadang — kadang hidup, kadang — kadang mati (tiap 15 menit). Dan setiap kali aku masuk kelas itu rasanya kayak masuk ke neraka jahannam (sepanas itukah?). Oh iya, Di kelasku setiap hari itu ada piket yang tentu saja dikerjakan oleh murid — murid. Kalau aku kebagian piket di hari Senin. Tetapi kadang — kadang setiap hari senin itu ada les, jadi kadang aku hanya menaikkan bangku ke atas meja. Tetapi, jika tdak ada ekskul jurnalis, aku jadi sapu — sapu ruangan kelas dan memungut barang — barang temanku yang mungkn saja tertinggal atau terjatuh.

Setiap kali aku piket, pasti ada saja sampah yang kupungut. Dari sampah kertas, botol plastik, sampai topi ataupun celanan olahraga yang tertinggal. Tetapi walaupun setiap piket aku harus membersihkan banyak sampah, aku tetap mengerjakannya dengan senang hati karena memang sudah tugasku dan kebersihan itu juga sebagian dari iman kan?

Tetapi kadang dulu aku juga kadang — kadang suka membolos piket (hehehe). Tetapi sekarang jika ada yang membolos piket, bendahara kelas (sang silent killer di kelas) akan mendenda murid yang tidak piket sebanyak Rp. 5.000. tetapi untung saja sekarang aku sudah rajin menegerjakan piket (sombong sekali kau nak).

Tapiii, yang namanya kesalahan itu juga pasti terjadi, kadang — kadang ada saja makanan atau minuman yang tumpah ke lantai kelas. Tapi yang lebih sering tumpah sih minuman dan singkat cerita lantai kelas jadi lengket — lengket. Dan tentu saja setelah itu, murid yang menumpahkan minuman tersebut harus memanggil karyawan untuk mengepel lantainya atau murid itu sendiri harus mengepel lantai itu.

Sekian ceritaku tenatang kebersihan di kelasku, mohon pamit 🙂 

note: maap ya kalau ceritanya gak jelas, soalnya otak aku lagi mentok  :<

Labschool Rumah Keduaku

Halo, namaku Bayu Rizki Septiansyah. Aku lulusan SD YASPORBI 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kelasku berada di kelas 7F dengan wali kelas berama Pak Amir. Kalau kalian ingin tau Pak Amir itu seperti apa, dia itu seperti… Ya, beliau adalah guru yang menyenangkan. Beliau punya banyak cerita pengalaman dari angkatan Labschool yang sebelumnya. 

Saya tidak begitu mengetahui Pak Amir itu guru yang seperti apa, karena beliau jarang masuk kelas. Tapi, kakak OSIS yang jadi pengawas kami bercerita bahwa dulu wali kelas mereka adalah Pak Amir dan katanya Pak Amir itu galak banget (kalau kita buat salah). Kakak OSIS bahkan sampai bilang kalau Pak Amir bis sampai banting meja. Tapi, setelah saya bertemu beliau, beliau terlihat ramah. Kembali ke topik.

Di Labschool, aku bertemu dengan banyak orang dan banyak berkenalan. Selain itu banyak guru-guru yang menyenangkan. Kelas kami bisa dibilang kelas yang agak pendiem disbanding kelas lain. Bukan berarti murid-muridnya pendiem lho. Dikelas, kami sering free time, jadi dikelas itu berisik banget. Murid murid dikelasku ramah-ramah dan enak diajak bicara. Walaupun udah pada ngebentuk kelompok.

Selain orang-orangnya yang seru. Lingkungan dilabschool juga bagus. Ada banyak tumbuhan yang tumbuh. Jajanan di kantin juga banyak. Selain itu fasilitasnya juga bagus memadai. Contohnya seperti perpustakaan, lapangan basket, ruang musik, dan lain lain. Termasuk Lab Komputer ini, komputernya bagus-bagus. Di Labschool, terdapat banyak kegiatan seperti MPLS, Saksi, lari jumat, dan masih banyak lagi. Kegiatannya juga memberikan banyak manfaat. Seperti lari Jumat. Berkat lari Jumat saya jadi lebih sehat karena saya dulu jarang berolahraga. MPLS juga memberikan banyakl manfaat. 

Di hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 adalah hari pertama masuk Labschool (walau bukan MPLS). Saat itu aku sangat gugup karena ada banyak orang baru, tetapi ibuku menenangkanku. Aku juga bertemu dengan teman lamaku disitu. Awalnya agak canggung, tetapi lama lama kami mulai mengobrol. Setelah itu kami (angkatan 27) diperintahkan untuk berkumpul di lapangan. Disana, kami diperkenalkan dengan guru-guru di sekolah serta diberitahukan tentang peraturan di Labschool. Setelah itu, kami pun masuk ke kelas masing masing sedangkan orangtua murid diperintahkan untuk berkumpul teater kecil. Aku duduk bersama teman lamaku dan mulai mengobrol. 

Kakak OSIS masuk kedalam kelas kami dan mulai memperkenalkan diri. Mereka lalu mulai bercerita dan memberitahukan tentang tata tertib labschool. Mereka juga memperkenalkan tentang 10 Labschool karakter. Pak Amir pun masuk dan memperkenalkan dirinya. Dia lalu mulai bercerita tentang Labschool. Setelah itu, beliau pun memberitahukan tugas kami kedepannya.

Senin tanggal 16 Juli 2018 merupakan hari pertama MPLS. Aku memasuki kelasku dan duduk dibangku. Kakak OSIS dating dan menyuruh kami untuk berkumpul di lapangan olahraga. Kami melaksanakan ampel pagi. Pak Warisno memberikan pengarahan kepada kami. Ampel pagi selesai dan kami pun kembali ke kelas. Pak Amir masuk ke kelas dan mengobrol dengan kami. Kakak OSIS tiba tiba datang (lagi) dan menyuruh kami untuk menuju teater kecil. Kami diberi pengarahan disana dan juga motivasi. Kami juga makan bersama.

Selasa tanggal 17 Juli 2018. Hari kedua MPLS. Aku masuk kelas dan duduk di bangku yang biasa aku duduki. Seperti biasa kami diperintahkan untuk ke teater kecil. Kami diberi arahan dan memainkan beberapa permainan. Yang unik adalah motivator yang kita temui. Dia bisa memberikan sugesti kepada murid yang lain dan itu lucu banget. Siang harinya kami makan siang bersama. Bedanya kami disuruh makan berhadapan dengan murid kelas lain. 

Rabu tanggal 18 Juli 2018. Hari ketiga MPLS dan juga terakhir. Kami melakukan simulasi lari Jumat. Setelah itu memainkan games. Itu menyenangkan sekali.

Kamis tanggal 19 Juli 2018. Pensi. Kami melakukan banyak hal seperti menyanyi, menari, dan bahkan sulap. Setelah Pensi. Ada pengumuman peserta MPLS terbaik, Pensi Terbaik, dan pemenang lomba yang kemarin. Kelas kami memenangkan lomba yang kemarin dan mendapatkan hadiah berupa makanan. Anak laki laki malah mengambil 2/3 bagiannya.

Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang Labschool. Serius. Tapi sampai sini dulu pengalaman saya. Dadah!

Pra – SAKSI

Setiap tahun, Labschool Jakarta mengadakan kegiatan yang bernama SAKSI. Nah, sebelum melaksnakan SAKSI kami ada yang namanya Pra-SAKSI. Jadi ini cerita gw pas lagi Pra- Saksi

Jum’at, 25 Januari 2019

Saat pagi-pagi, kita disuruh mengumpul ke teater kecil. Kita baris sesuai kelompok yang sudah ditentukan. Pertama, kita menulis larangan saat saksi, tapi waktu nulisnya hanya 5 detik! Kaya bener-bener 5 detik! Aku menulis secara buru-buru, yang pasti hasilnya gak rapih. Lalu yang kedua, kita menulis barang-barang yang diperlukan untuk saksi, waktunya itu kurang lebih 7 detik! Siapa yang bisa nulis banyak secepat itu coba? Karena aku duduk di belakang, aku tidak terlalu kelihatan, jadi aku hanya pura-pura menulis, tapi sebenarnya tidak. Kita juga mencatat design vandel dan tongkat hanya kurang dari 10 detik! Dan seterusnya begitu, kita juga menulis lirik lagu yang ditampilkan selama kurang lebih 5 detik! Kita berkumpul di teater kecil lumayan lama, sampai kita tidak belajar Prakarya.

Senin, 28 Januari 2019

Hari pertama pra-saksi! Tugasnya adalah mengecat tongkat yang terbuat dari bambu, dan membuat vandel. Oiya, kita (1 angkatan) berdiskusi tentang designnya di grup chat, karena tidak mungkin ada orang yang menulis dan menggambar design lengkapnya hanya 5-10 detik! Aku kebagian tugas yang mengecat tongkat. Mengecatnya lumayan susah, karena banyak detail yang harus di cat juga, seperti tulisan dan gambarannya, bukan hanya sekedar warna. Mengecatnya makan banyak waktu. Terus kita juga dibantu oleh kakak pendamping kelompok kita. Saat siswa-siswa sedang berkerja kakak OSIS mengetes kita dengan cara mengambil name tag kita. Name tag kita tidak boleh diambil orang lain atau terkena lantai. Kakak OSIS mengambil name tag kita, jika tidak mau diambil, kita harus debat sama kakak OSISnya. Untung aku gak di tes hehe. (psst katanya yang di incer itu yang populer atau enggak yang lucu gituu).

Selasa, 29 Januari 2019

Hari kedua atau hari terakhir pra-saksi. 4 Kostrad dari Sangga Buana datang ke Labs Jakarta untuk melatih Peraruran baris berbaris atau disingkat PBB dan untuk menghafal yel-yel. Pertama, kita latihan PBB di lapangan utama. Kita diajarkan cara-cara baris berbaris dengan benar oleh kostrad. Lalu kita istirahat sebertar, lalu jalan ke hall basket di lantai 4. Disana kita diajarkan yel-yel dari kostrad, lalu diajarkan suara peluit. Misalnya peluit yang bersuara seperti ini bermakna ada bencana, dan yang lain-lain. Setelah itu kita ganti baju lalu belajar seperti biasa.

Psst! Saat Pra-saksi hari kedua Pak Murdha foto-foto gitu, terus banyak aibnya hiya hiya hiya…

Design a site like this with WordPress.com
Get started